Siapkah kita memenuhi kebutuhan pasar, setelah pengetatan import buah & produk hortikultura diberlakukan ?

Awal 2013, ada angin segar untuk produk hortikultura . Diberlakukan pengetatan untuk ijin import produk hortikultura . Buah import mulai tampak langka , di supermarket . Permintaan produk hortikultura lokal meningkat tajam .    

Pasar yang sebelumnya dipenuhi produk buah import jumlahnya ratusan ribu ton. Bisa dilihat datanya di Dinas Karantina Departemen Pertanian , jumlah pastinya.  Pasar yang ditinggalkan buah import itu, punya spesifikasi tertentu , terutama menyangkut :

  1.  Kualitas dan Kuantitas produk
  2.  Waktu penyerahan & Kesinambungan Suplai produk
  3. Harga produk & System pembayaran
  4. Jalur distribusi produk
  5. Kebijakan pemerintah  

Semua spesifikasi diatas , sangat berbeda , untuk buah lokal dan buah import . Buah lokal , tidak datang dengan container berpendingin . Tidak seragam mutunya , tidak seragam kemasannya , polosan tanpa pengawet sehingga mudah busuk , muncul  hanya di musim tertentu . Kadang harganya bisa lebih mahal dari buah import yang sejenis .

Sebagai seorang distributor , pasti susah sekali untuk menentukan harga beli dari petani atau pekebun dan harga jual yang layak  ke pihak supermarket atau pedagang buah eceran , karena semua ketidak seragaman diatas , mempengaruhi biaya angkut , biaya penyimpanan dll

Indonesia di tengah khatulistiwa.  Tanaman bisa berbuah sepanjang tahun dengan asumsi : ketika di Jawa , buah rambutan musim di bulan Desember sampai April , di Pontianak masih musim rambutan di bulan Agustus. Secara teori, sangat memungkinkan untuk sebuah perusahaan distribusi untuk menjaga kelangsungan suplai sepanjang tahun , asalkan dia tahu data dari petani yang akan panen , jadwal panen disatu daerah , jumlah yang akan dipanen , kualitas produk yang akan dipanen , besarnya biaya angkut , waktu angkut dari daerah penghasil sampai diterima pasar . Semua data itu, hanya bisa didapat jika ada data yang valid dari Dinas Pertanian setempat , atau kelompok tani setempat dan didukung kemudahan sarana transportasi dan komunikasi . Mengingat umur buah cuma beberapa hari, kemudahan sarana transportasi sangat menentukan keberhasilan pendistribusian buah dari satu daerah yang sedang panen raya , untuk memenuhi kebutuhan daerah lain .

Sudah berulangkali, para pejabat terkait studi banding ke Thailand, untuk mempelajari tata niaga produk hortikultura   dan sudah waktunya untuk mempraktekkan kebijakan yang dipelajarinya di Indonesia , agar produk ini bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri . Mulailah mengerjakan pembenahan ini, dan marilah kita mulai dari diri kita masing-masing ,sesuai dengan kapasitas kita , apakah kita seorang petani , atau petugas PPL , atau seorang peneliti pengawetan buah atau bahkan seorang penentu kebijakan di pemerintahan . Pak Dahlan Iskan yang Menteri BUMN sudah memberi contoh , melalui BUMN yang dipimpinnya , untuk membina petani agar menanam pisang,  manggis , porang dll , yang system pengawasan kualitas & distribusinya akan diatur melalui BUMN yang dipimpinnya.

Jika penentu kebijakan yang lain , dibidang angkutan misalnya, atau di dinas pertanian , juga punya pandangan yang senada , dan mengeluarkan kebijakan yang  setara, produk hortikultura bisa jadi tuan rumah dan banyak petani akan bernafas lega. Waktunya untuk : Kerja , Kerja , Kerja

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

2010, awal yang luar biasa untuk buah naga di kebun kami

BUAh NAGA UMUR 3 tahun dengan 100% pupuk organik NUTRIGANIK

Akhir 2009, tanaman buah naga super red mulai berbunga lebat, dengan pupuk 100% organik, merk NUTRIGANIK, buah naga berbuah maximal. Super red lonjong, bisa 15 kg/pohon. BIG Super red ,bisa 500 gram keatas perbuah .

1 tanaman super red lonjong umur 3 tahun bisa berbuah 15 kg

Tanaman super red lonjong ini, posturnya lebih besar daripada yang buah naga daging putih, & jika batangnya besar, maka buahnya baru bisa besar diatas 400 gram.

Tinggi tanaman sekitar 2 meter dan diameter lingkaran 3 meter

Sedangkan yang SUPER BIG RED, buah naga super red yang beratnya diatas 500 gram/butir , postur tanamannya cenderung kecil.

BUAH NAGA SUPER BIG RED, BUAHNYA DIATAS 500 gram/biji

Jika ANDA berminat investasi di bidang buah naga, pastikan buahnya diterima pasar. Coba beli dulu 100 kg, dan coba tawarkan ke super market / toko buah setempat, dan dengarkan komentar calon pembeli anda. Bersusah payah pada awal , akan memastikan anda mendapat bibit yang bermutu . Sesal kemudian tidak ada gunanya. & jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami di 031-70588903 atau 031-7348483 dng Soerjanto atau Niken, jika anda butuh info tentang buah naga, bibitnya dan pupuk organik Nutriganik

SENGON LAUT, warisan untuk anak.

SENGON LAUT untuk WARISAN,pertimbangkanlah mulai sekarang

SENGON LAUT untuk WARISAN,pertimbangkanlah mulai sekarang

Berapakah usia anak anda, apa yang akan anda berikan ketika ia menikah 5 tahun lagi ?Apa yang sedang anda persiapkan untuk saat pernikahannya? Tahukah anda, berapa harga  kayu sengon laut 5 tahun lagi ?

  • Jika anda hanya punya 1000 m2 lahan di desa, segera tanami sengon laut.
  • Pada saat ini, harga 1 m3 sengon laut Rp.600.000 , 5 tahun kemudian ,harganya Rp.1.000.000/m3.
  • 1000 m2 bisa ditanami 250 pohon, dan jika setiap pohon menghasilkan 0.2 m3  , 5 tahun  kemudian akan  dipanen  minimal 40 m3 senilai 40.000.000 rupiah.
  • Biaya bibit Rp.500/pohon, biaya tanam Rp. 500/pohon dan pupuk Rp.250.000.
  • Jika lahan anda 1000m2 dan anda punya uang Rp.500.000 ,ini adalah investasi terbaik untuk anak anda.
  • Jika anda butuh bibit gratis, koordinasikan  penanaman ke seluruh penduduk desa, dan beberapa perusahaan produksi plywood ,siap menyumbangkan bibitnya, gratis .

Sengon kami ,yang ditanam 3 tahun yang lalu ,akhirnya kami jual , untuk biaya  mengembangkan kebun ini. Harga borongan, Rp.50.000/tanaman , ada 800 tanaman . Ada yang diameter 25 cm dan ada yang diameter 15 cm .

panen-sengon-023

 Harga itu akan meningkat menjadi Rp.200.000/pohon, jika kami sabar menunggu sampai 5 tahun. Dengan uang itu, kami akan menambah jumlah kambing Peranakan  ETTAWA  menjadi 40 ekor indukan/betina ,agar mencapai skala produksi susu .